“Kami sudah melihat kondisi korban di rumah sakit. Kami juga sudah cek TKP bersama Kapolres,” ungkap Fion.
Terkait isu yang menyebut pelaku berasal dari aktivitas penambangan ilegal, Fion menegaskan pihak kepolisian belum dapat memastikan hal tersebut. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan alat berat maupun perlengkapan penambangan.
Baca Juga:
Nenek Saudah Dikeluarkan dari Komunitas Lubuk Aro, Publik Pertanyakan Penegakan Hukum
“Kami sampai di TKP tidak ditemukan alat berat atau sejenis alat penambang. Dari keterangan anak korban, orang-orang itu ambil material,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan kronologi sementara, korban sempat menyorotkan senter ke arah aktivitas di sungai sebelum kemudian diserang hingga pingsan dan dipindahkan ke area ladang cokelat.
“Setelah disenter melayang batu, korban tidak sadar dan setelah itu diangkat ke ladang,” sambungnya.
Baca Juga:
LBH Padang Desak Polres Pasaman Ungkap Pelaku Lain dalam Kasus Penganiayaan Nenek Saudah
Polres Pasaman memastikan kasus ini menjadi atensi serius dan penyelidikan terus berlanjut untuk mengidentifikasi serta memburu pelaku.
“Kami mencari tersangka. Tidak ada alat berat, hanya tumpukan material batu. Ini masih kami dalami,” tegas Fion.
[Redaktur: Ramadhan HS]