SUMBAR.WAHANANEWS.CO, Padang - Dugaan pengusiran puluhan pasien dan pendamping dari rumah singgah bagi warga Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat di Jalan Dr. H. Abdullah Ahmad Nomor 2, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, terus menuai sorotan. Insiden yang terjadi pada awal Januari 2026 ini tidak hanya menyentuh aspek kemanusiaan, tetapi juga memunculkan dugaan konflik lahan wakaf dan keterlibatan pihak-pihak tertentu.
Awalnya, peristiwa ini berkembang menjadi polemik publik setelah beredar dugaan bahwa rumah singgah tersebut merupakan Rumah Singgah Sahabat Donizar, yang dikelola oleh Anggota DPRD Sumatera Barat dari PKB, Donizar. Dugaan itu menyebar cepat dan memicu kekecewaan masyarakat.
Baca Juga:
Satpol PP Padang Amankan 12 Remaja Diduga Hendak Tawuran di Koto Tangah
Donizar Bantah Keterkaitan
Menanggapi isu tersebut, Donizar dengan tegas membantah dan meluruskan informasi yang beredar. Ia menyatakan bahwa rumah singgah di lokasi kejadian bukan miliknya dan tidak berada di bawah pengelolaan pihaknya.
“Kesalahpahaman ini membuat banyak masyarakat menghubungi saya. Mereka kecewa karena mengira kejadian itu terjadi di rumah singgah kami,” kata Donizar.
Baca Juga:
Pemko Padang Siapkan Zonasi Rawan Bencana, Relokasi Warga Jadi Fokus Utama
Donizar menjelaskan bahwa Rumah Singgah Sahabat Donizar telah beroperasi lebih dari lima tahun dan dikenal melayani warga Pasaman dan Pasaman Barat yang menjalani pengobatan di Padang tanpa membedakan latar belakang.
Ia juga menegaskan bahwa prinsip kemanusiaan harus selalu diutamakan.
“Tidak mungkin orang sakit kami usir hanya karena tidak punya kartu atau alasan politik. Itu bertentangan dengan nurani,” tegasnya.