‘’Sumatera Barat adalah ‘supermarket bencana’, dimana bencana alam sering terjadi. Kegiatan ini menjadi sinergi yang baik bagi Basarnas dalam memaksimalkan program edukasi tanggap bencana kepada masyarakat. Edukasi tanggap darurat seharusnya menjadi program yang terus digalakkan kepada masyarakat kita,” sampai Malik.
Hal senada disampaikan oleh Hendri Zulviton, Kepala BPBD Kota Padang, yang turut hadir memberikan materi dalam pelatihan tersebut.
Baca Juga:
Jalan Tol Trans-Sumatra Belum Bisa Tersambung Penuh, Menteri PU Ungkap Penyebabnya
Ia mengingatkan pentingnya masyarakat untuk menghubungi hotline BPBD di nomor 112 jika terjadi bencana, guna mendapatkan penanganan cepat pada berbagai potensi bencana yang ada di Sumbar.
Pelatihan ini melibatkan sesi materi dan praktik langsung yang dipandu oleh para ahli dari Basarnas dan BPBD.
Sementara PMI dan lembaga terkait lainnya hadir sebagai sukarelawan. Diharapkan setelah kegiatan ini, kompetensi kemampuan teknis Tim Taruna semakin baik sehingga dapat menjadi sumber daya andal yang siap terjun sebagai tim penyelamatan pada situasi bencana.
Baca Juga:
Mahyeldi Sambut Kedatangan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Bandara Minangkabau
[Redaktur: Amanda Zubehor]