"Kita terus edukasi masyarakat dan kader untuk lebih berperan serta mendukung penekanan angka stunting di angka 14% pada masa mendatang," pungkasnya.
Disisi lain, Kadis Kesehatan Kabupaten Pasaman, Arma Putra menyebutkan pihaknya juga gencar mendeteksi secara dini terhadap masalah gizi pada ibu hamil dan balita.
Baca Juga:
Pemkot Solok Resmi Luncurkan Program Posyandu Berbasis Enam Standar Pelayanan Minimal
"Disamping itu untuk memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran. Melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu," terang Arma Putra.
Arma Putra juga gencar melaksanakan Serentak datang ke Posyandu (Serdadu) sebagai upaya menekan prevalensi stunting.
"Dalam pelaksanaannya Serdadu ini dibantu dengan adanya Posyandu sebanyak 439 buah, dengan jumlah kader sebanyak 2.195 orang dengan sasaran balita dan ibu hamil," pungkasnya.
Baca Juga:
Kader Posyandu di Sumedang Terima Insentif Rp. 100 Ribu, Bupati Apresiasi “Pahlawan Kesehatan”
[Redaktur: Amanda Zubehor]