Dalam pemeriksaan itu, Nisya akhirnya mengakui perbuatannya. Dia mengaku sengaja mengenakan seragam dan atribut pramugari Batik Air saat naik pesawat karena ingin meyakinkan keluarganya bahwa dirinya sudah bekerja di maskapai tersebut.
Motivasi ini berkaitan dengan kondisi tekanan psikologis dan sosial. Polisi menjelaskan Nisya pernah mencoba melamar menjadi pramugari tetapi gagal lolos seleksi, dan ia merasa malu mengakui hal tersebut kepada orang tua serta lingkungan. Demi menutupi kegagalan itu, ia nekat memakai atribut pramugari dalam penerbangan tersebut.
Baca Juga:
Kronologi Lengkap "Nisya Pramugari Batik Air" Tapi Bohongan
Dalam video klarifikasi yang kini beredar di media sosial, Nisya juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak Batik Air dan Lion Group, dengan menegaskan bahwa dirinya bukan pramugari sungguhan meski memakai seragam lengkap.
Pihak berwenang menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur pidana berat atau tindakan kriminal yang diperkarakan langsung oleh maskapai. Kasus ini lebih dipandang sebagai kejadian yang harus diluruskan secara administratif dan sosial, sehingga Nisya akhirnya dikembalikan kepada pihak keluarga setelah klarifikasi selesai dilakukan.
Kasus ini turut menjadi sorotan publik dan memicu diskusi luas di media sosial mengenai keamanan penerbangan, prosedur identifikasi kru pesawat, serta dampak tekanan sosial terhadap individu yang merasa terpojokkan oleh ekspektasi keluarga atau lingkungan.
Baca Juga:
Ternyata Ini Motif Nisya Mengaku Pramugari Batik Air
[Redaktur: Ramadhan HS]