BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kasus Khairun Nisya, perempuan asal Palembang yang diduga menyamar sebagai pramugari Batik Air, menjadi sorotan luas publik pada awal Januari 2026. Peristiwa ini mencuat pertama kali di media sosial pada 7 Januari 2026.
Terungkapnya status Nisya, setelah sejumlah unggahan warganet dan kru penerbangan membagikan kejanggalan yang mereka temui di dalam pesawat. Kasus ini tidak hanya viral, tetapi juga membuka tabir penipuan rekrutmen pramugari, lemahnya literasi perekrutan resmi, serta tekanan sosial yang dialami pencari kerja muda.
Baca Juga:
Ternyata Ini Motif Nisya Mengaku Pramugari Batik Air
Awal Mula: Pamit ke Keluarga Ingin Daftar Pramugari
Kronologi bermula ketika Nisya berpamitan kepada orang tuanya di Palembang untuk pergi ke Jakarta. Kepada keluarga, ia menyampaikan niat mendaftar sebagai pramugari maskapai.
Orang tua Nisya mendukung penuh, bahkan secara rutin membagikan status media sosial berisi doa setiap kali Nisya mengaku akan “terbang”. Pada tahap ini, keluarga tidak mengetahui bahwa proses pendaftaran tersebut telah gagal.
Baca Juga:
Ternyata Ini Motif Nisya Mengaku Pramugari Batik Air
Terjerat Penipuan “Jalur Masuk Pramugari”
Di Jakarta, Nisya dikenalkan kepada seseorang yang mengaku memiliki koneksi internal maskapai dan bisa meloloskan calon pramugari tanpa prosedur panjang. Dengan iming-iming kelulusan cepat, Nisya diminta menyerahkan uang sekitar Rp30 juta.
Setelah uang diserahkan: