"Nah, di tengah keterbatasan keuangan daerah, kita harus bijak dalam mengelola anggaran, sehingga APBD memang berfungsi sebagai instrumen pertumbuhan," jelas bupati.
Secara terpisah Kepala BPS Pesisir Selatan Yudi Yos Elvin mengatakan arah kebijakan pembangunan unfrastruktur dasar Pesisir Selatan selaras dengan pondasi ekonomi daerah, yakni sektor primer.
Baca Juga:
BPS Aceh: Pengeluaran Per Kapita 2024 Naik 3,16 Persen dari 2023
Kontribusinya terkonfirmasi lebih dari 36 persen terhadap pembentukan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) setiap tahunnya yang mayoritas disumbangkan lapangan usaha pertanian.
Atak ayal, daerah berjuluk 'Negeri Sejuta Pesona,' sukses membalikan kondisi ekonominya sendiri, dari tumbuh minus 1,11 persen pada periode 2020, kini menjadi plus 4,02 persen.
Meski demikian dirinya mengingatkan pemerintah kabupaten hendaknya memacu infrastruktur pertanian seperti misalnya irigasi, sehingga produktivitas lahan dan masa tanam tiap tahun turut meningkat.
Baca Juga:
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah Mencapai 9,89 Persen di Tahun 2024
"Ya, karena memang dari lapangan usaha pertanian itu, penyumbang utamanya adalah sub-sektor tanaman pangan," tuturnya.[zbr]