Sekitar pukul 13.40 WIB terlihat pedagang mulai meletakkan kursi dan tendanya bagi pengunjung yang akan menikmati indahnya pantai.
Namun, kini pandangan pengunjung akan terganggu oleh adanya sampah batok kelapa muda, kain, plastik, dan kayu yang terbawa sungai hingga ke muara.
Baca Juga:
Dilema Cinta dan Uang, ‘Dopamin’ Sajikan Drama Rumah Tangga Penuh Ketegangan
Sampah ini berserakan dari pintu Muaro Lasak sampai ke pantai kawasan dekat Masjid Mujahidin Padang.
Tidak hanya itu, bahkan juga terlihat pipa saluran dari toilet umum yang berada dekat dengan tenda dan kursi pengunjung.
Air ini mengalir dari dari toilet yang berada dekat kawasan Tugu Merpati.
Baca Juga:
Kemkomdigi Tegaskan Rating IGRS di Steam Bukan Klasifikasi Resmi Pemerintah
Walaupun sampah sedang banyak, tidak ada yang terlihat memungut sampah ini dari kawasan bibir pantai.
Syahrul (37) yang merupakan pedagang makanan dan minuman di lokasi Muaro Lasak mengaku mengalami dampak berkurangnya minat pengunjung untuk datang.
"Ya, kalau sampah ini pastinya pengunjung akan berkurang," kata Syahrul yang setiap harinya berjualan makanan dan minuman.