Dengan kondisi tersebut, awal puasa Ramadan ditetapkan pada keesokan harinya, yakni 18 Februari 2026, dan jumlah hari puasa ditetapkan 30 hari.
Sementara itu, ijtimak menjelang Syawal tercatat pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC, sehingga Hari Raya Idul Fitri ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026.
Baca Juga:
Abdul Mu’ti Resmikan Gerakan Wakaf Uang Pembangunan RS ‘Aisyiyah Siti Walidah Jepara
NU dan Pemerintah Masih Menunggu Penetapan Resmi
Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) hingga kini belum mengumumkan jadwal resmi Ramadan dan hari raya 2026. NU masih menunggu hasil pemantauan hilal dengan metode imkanur rukyat.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha melalui sidang isbat, sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004.
Baca Juga:
Abdul Mu’ti Resmikan Gerakan Wakaf Uang Pembangunan RS ‘Aisyiyah Siti Walidah Jepara
Dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026, Kemenag memprediksi:
Awal Ramadan: Kamis, 19 Februari 2026
Idul Fitri: Sabtu, 21 Maret atau Minggu, 22 Maret 2026