Padahal, katanya, kejahatan itu merupakan lingkaran dan terus berlanjut. Korban bisa mengalami kejadian berulang bahkan sampai hamil yang akan merusak masa depan mereka.
"Peningkatan pendekatan melalui edukasi baik secara personal maupun kelompok harus ditingkatkan. Apalagi persoalan ini menjadi atensi Presiden dan Jaksa Agung," sebutnya.
Baca Juga:
Dishub Pasaman Barat Cek Kelaikan Kendaraan Umum Jelang Mudik Lebaran 2025
Sementara itu Ketua DPRD Pasaman Barat Erianto mengatakan pihaknya segera mengkoordinasikannya dengan dinas perempuan dan perlindungan anak bagaimana upaya untuk meminimalisirnya.
"Kita telah mendengar jumlah perkara pencabulan yang ditangani pihak kejaksaan. Ini tanggung jawab bersama untuk mencarikan solusinya," ujarnya.
Ia berharap nanti melalui dinas terkait, tokoh masyarakat dan tokoh agama lebih meningkatkan edukasi ke masyarakat.
Baca Juga:
Pemkab Pasaman Barat Targetkan Produksi Ikan 107.528 Ton pada 2025
"Bagi masyarakat yang menjadi korban diharapkan tidak malu dan takut melapor ke penegak hukum agar memperoleh keadilan dan perlindungan," harapnya.
[Redaktur: Amanda Zubehor]