PT Agromuko menegaskan bahwa mobil angkutan sekolah hanya diperuntukkan bagi anak karyawan dan tidak menerima penumpang dari luar, termasuk Naira yang bukan keluarga karyawan PT.
Sopir bus saat kejadian mengaku belum mendapat kabar terkait pertanggungjawaban dari perusahaan. Pihak PT disebut sedang melakukan koordinasi internal, mengevaluasi kondisi kendaraan dan prosedur keselamatan.
Baca Juga:
Polres Mukomuko Benarkan Berita Kecelakaan Nayra, Kasat Lantas Pastikan Polisi Periksa Sopir Bus Sekolah
“Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran aturan operasional, karena setiap kelalaian bisa berakibat fatal,” kata sumber internal PT Agromuko.
Perawatan Korban
Nayra saat ini masih dirawat intensif di RSUD Mukomuko. Rencana rujukan ke RS Dr. M. Yunus, Bengkulu, ditolak karena kondisi pasien terlalu kritis untuk dipindahkan. Tim medis fokus pada stabilisasi vital dan monitoring ketat untuk mengurangi risiko komplikasi.
Baca Juga:
Siswa SMPN 3 Mukomuko Utara Meninggal Dunia Usai Koma akibat Terjatuh dari Bus Sekolah PT Agromuko
Evaluasi Keselamatan
Kecelakaan ini menimbulkan sorotan serius terkait kepatuhan aturan keselamatan angkutan anak sekolah. Pihak PT Agromuko kembali menegaskan, seluruh kendaraan hanya diperuntukkan bagi anak karyawan dan penumpang di luar ketentuan tidak diperkenankan.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi sekolah, perusahaan, dan orang tua untuk memastikan: