SUMBAR.WAHANANEWS.CO, Mukomuko – Seorang siswa SMP Negeri 3 Mukomuko Utara, Nayra Shafa Marwa (14 tahun, kelas 9), mengalami kecelakaan serius setelah terjatuh dari bus sekolah akibat engsel pintu kendaraan yang lepas. Peristiwa terjadi pada Senin sore (hari pertama pulang sekolah) saat bus melaju.
Nayra merupakan siswa yang berdomisili di keluarga asal Palembang. Saat kejadian, kepala korban menghantam aspal, mengakibatkan darah keluar dari mata tanpa henti, dan saat ini korban masih dalam kondisi koma serta menjalani perawatan intensif di RSUD Mukomuko.
Baca Juga:
Polres Mukomuko Benarkan Berita Kecelakaan Nayra, Kasat Lantas Pastikan Polisi Periksa Sopir Bus Sekolah
Orang tua Nayra, yang berdomisili di Baturaja, menitipkan anak mereka kepada saudara di Mukomuko agar tetap bisa mengikuti kegiatan sekolah. Hingga kini, keluarga masih menunggu perkembangan kondisi anak mereka.
Kronologi Kecelakaan
Bus yang digunakan merupakan fasilitas angkutan anak sekolah PT Agromuko, divisi Pusat (General Manager Office). Sopir bus adalah warga Desa Sari Bulan.
Baca Juga:
Siswa SMPN 3 Mukomuko Utara Meninggal Dunia Usai Koma akibat Terjatuh dari Bus Sekolah PT Agromuko
Menurut kronologi, engsel pintu bus mengalami kerusakan/lepas, membuat Nayra yang menumpang di bus terjatuh saat bus melaju kencang. Kepala korban menghantam aspal, menyebabkan luka serius.
“Kejadian ini terjadi dalam hitungan detik, engsel pintu lepas dan korban langsung terjatuh. Darah dari mata tidak berhenti keluar,” ujar seorang saksi.
Status PT Agromuko dan Aturan Angkutan
PT Agromuko menegaskan bahwa mobil angkutan sekolah hanya diperuntukkan bagi anak karyawan dan tidak menerima penumpang dari luar, termasuk Naira yang bukan keluarga karyawan PT.
Sopir bus saat kejadian mengaku belum mendapat kabar terkait pertanggungjawaban dari perusahaan. Pihak PT disebut sedang melakukan koordinasi internal, mengevaluasi kondisi kendaraan dan prosedur keselamatan.
“Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran aturan operasional, karena setiap kelalaian bisa berakibat fatal,” kata sumber internal PT Agromuko.
Perawatan Korban
Nayra saat ini masih dirawat intensif di RSUD Mukomuko. Rencana rujukan ke RS Dr. M. Yunus, Bengkulu, ditolak karena kondisi pasien terlalu kritis untuk dipindahkan. Tim medis fokus pada stabilisasi vital dan monitoring ketat untuk mengurangi risiko komplikasi.
Evaluasi Keselamatan
Kecelakaan ini menimbulkan sorotan serius terkait kepatuhan aturan keselamatan angkutan anak sekolah. Pihak PT Agromuko kembali menegaskan, seluruh kendaraan hanya diperuntukkan bagi anak karyawan dan penumpang di luar ketentuan tidak diperkenankan.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi sekolah, perusahaan, dan orang tua untuk memastikan:
Pengecekan rutin kondisi kendaraan
Pengawasan ketat sopir
Kepastian status penumpang sesuai aturan
“Keselamatan siswa bukan sekadar aturan, tetapi kewajiban bersama semua pihak. Protokol harus ditegakkan untuk mencegah tragedi serupa,” tambah sumber internal PT Agromuko.
[Redaktur: Ramadhan HS]