WahanaNews-Sumbar | Program Electrifying Agriculture PT PLN (Persero) terbukti dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Huller Candra, penggilingan padi milik Seprinaldi, yang bertempat di Tabing Padang Utara Sumatera Barat, kembali membuktikannya.
Sebulan belakangan, penggilingan padi ini telah beralih dari mesin penggilingan berbahan diesel ke mesin listrik dan mengakui berbagai keuntungannya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Disampaikan Seprinaldi, ia berminat beralih ke mesin penggilingan padi berbasis listrik setelah melihat contoh dari penggilingan padi yang telah lebih dahulu beralih.
Peralihan mesin konvensional ke mesin listrik terbukti dapat memudahkan pekerjaan penggilingan padi dan meningkatkan kapasitas produksi beras.
Kelebihan terbesar dari penggunaan mesin penggilingan listrik, menurut Seprinaldi, adalah dalam penghematan biaya. ‘’Biaya pembelian solar dibandingkan dengan biaya pembayaran listrik itu hampir 1:7, atau lebih hemat hingga 70%.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Selain itu, mesin berbahan listrik jarang sekali memerlukan biaya pemeliharaan mesin. Jadi sangat mengurangi biaya operasional. Hemat hingga puluhan juta setiap bulannya,’’ terangnya kemudian.
Baru sebulan menggunakan mesin penggilingan padi listrik, Huller Candra telah hemat hingga puluhan juta dibandingkan dengan pemakaian mesin yang lama.
Seprinaldi pun dimudahkan karena tidak perlu repot lagi mencari bahan bakar solar. Huller miliknya juga lebih nyaman, higienes, dan ramah lingkungan, karena bebas dari polusi suara, bebas polusi udara, dan tidak ada lagi pembuangan bekas pembakaran solar.