SUMBAR.WAHANANEWS.CO, Kota Padang - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, mengembangkan delapan pasar satelit berstandar nasional (SNI) melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana guna memperkuat daya saing serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Pengembangan delapan pasar satelit ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan di Kota Padang, Minggu (15/6/2026).
Baca Juga:
Kementerian PU Siapkan Rp400 Miliar Bangun Ulang Stadion Haji Agus Salim
Pasar-pasar satelit yang belum berstatus SNI masih memerlukan sejumlah pembenahan, terutama pada instalasi pengolahan air limbah (Ipal), drainase dan fasilitas penunjang lainnya. Berbagai kebutuhan tersebut telah dikoordinasikan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat.
"Kami sudah menganggarkan perbaikan Ipal, terutama di Pasar Belimbing. Meski ada efisiensi anggaran, kebutuhan sarana dan prasarana pasar tetap menjadi prioritas," ujar dia.
Dinas Perdagangan setempat juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar pemenuhan Ipal di seluruh pasar satelit dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2028.
Baca Juga:
BMKG Perkirakan Sumbar Masih Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem Pada Akhir Tahun 2025
Dalam rencananya, pengembangan delapan pasar satelit di Kota Padang tidak hanya memperhatikan sarana dan prasarana atau infrastruktur, namun juga pengembangan potensi unggulan di masing-masing pasar.
Fizlan mengatakan saat ini dua pasar satelit yakni Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi sudah berstatus SNI. Untuk tahun ini, Pemkot Padang mulai menyiapkan Pasar Ulak Karang agar memperoleh standar yang sama.
"Kota Padang memiliki delapan pasar satelit. Dua di antaranya sudah berstandar SNI yaitu Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi. Tahun ini kami menyiapkan Pasar Ulak Karang menjadi pasar SNI sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan pasar," ujar dia.