WahanaNews-Sumbar | Kamis (10/2/2022), Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek RI, Ahmad Mahendra, menerangkan bahwa selama ini budaya matrilineal masyarakat suku Minangkabau, Sumatera Barat, mempunyai corak dan perspektif sejarah.
Ahmad Mahendra mengatakan Kemendikbudristek berupaya memperkenalkan budaya ini ke level internasional.
Baca Juga:
Posko ESDM RAFI 2026 Resmi Ditutup, Pasokan Energi Dipastikan Aman dan Terkendali
"Harapannya dengan digalinya potensi budaya matrilineal, tak hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia saja, tetapi juga dunia. Selain itu lebih besarnya lagi, makin memperkuat obyek pemajuan kebudayaan sebagai identitas dan karakter bangsa,” kata Ahmad Mahendra.
Hal ini diungkapkan Mahendra dalam FGD Festival Matrilineal bersama Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat dan tokoh-tokoh budaya.
Menurut Mahendra, budaya sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau memiliki ciri khas tertentu sebab dipraktikkan terbesar oleh masyarakat Sumatera Barat serta mengandung karakteristik sejarah.
Baca Juga:
Hadiri Rapat Paripurna DPRD Karo,Bupati Karo Sampaikan Nota Pengantar LKPH Tahun 2025
"Dengan memajukan sekaligus mengembangkan budaya matrilineal suku Minangkabau ini, maka bagaimana konsep, fungsi, maknanya akan dapat dipahami secara luas," katanya.
Bagi Mahendra, sistem kekerabatan matrilineal yang diterapkan oleh suku Minangkabau menentukan perubahan nilai yang tidak biasa.
Contohnya dalam hal tata cara perkawinan, pola adat istiadat hingga tradisi kesenian.