SUMBAR.WAHANANEWS.CO, Padang – Rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat dalam beberapa bulan terakhir memicu kelelahan fisik dan tekanan psikologis di tengah masyarakat. Kekhawatiran akan bencana susulan kini semakin terasa, terutama di wilayah-wilayah yang berada di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor.
Di Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, warga bahkan memasang bendera putih sebagai simbol keputusasaan sekaligus bentuk desakan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Bendera tersebut dipasang menyusul banjir dan air galodo yang kembali menerjang kawasan itu pada awal Januari 2026.
Baca Juga:
Sanak Kota Padang, Bus Trans Padang Tambah 10 Unit Awal Tahun ko..
Sedikitnya dua bendera putih terlihat berkibar di kawasan Komplek Griya Permata. Aksi ini mencerminkan kecemasan warga terhadap potensi abrasi dan longsor susulan jika hujan deras kembali terjadi. Ini terlihat pada Senin pagi (5/1/2026)
Warga menilai, penguatan tebing sungai dan pengedaman aliran air menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah meluasnya kerusakan permukiman. Beberapa rumah di bagian tepi komplek dilaporkan sudah terdampak cukup parah, bahkan ada yang hilang akibat tergerus aliran air. Kekhawatiran juga muncul terhadap fasilitas umum di sekitar lokasi, termasuk tempat ibadah yang berada tidak jauh dari aliran sungai.
Sejak banjir besar pada akhir November 2025, warga belum sepenuhnya pulih. Proses pembersihan lumpur masih berlangsung ketika bencana susulan kembali terjadi, memaksa warga mengulang upaya pemulihan di tengah kondisi psikologis yang belum stabil. Bantuan yang sebelumnya diterima pun kembali terdampak lumpur dan kerusakan.
Baca Juga:
Gen Z Bergerak-Bendera One Piece Berkibar, Demo RI Nular ke Peru
Pengibaran bendera putih di lingkungan permukiman ini menjadi sinyal darurat bagi pemerintah daerah dan pihak terkait, agar percepatan penanganan dan mitigasi risiko segera dilakukan. Warga berharap tidak terus-menerus hidup dalam ketidakpastian, rasa takut, dan ancaman kehilangan tempat tinggal akibat bencana berulang, Senin (5/1/2026).
Redaktur: Ramadhan HS