SUMBAR.WAHANANEWS.CO, Agam – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat total kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut diperkirakan mencapai Rp6,5 triliun, menyusul rusaknya rumah warga, fasilitas umum, pendidikan, pertanian, peternakan, serta infrastruktur lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono menyebutkan, angka kerugian tersebut dihimpun berdasarkan laporan sementara dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam.
Baca Juga:
Bupati Agam, Benni Warlis Apresiasi Semangat Gotong Royong Pembangunan Jembatan Darurat
“Total kerugian diperkirakan Rp6,5 triliun dan ini berdasarkan pendataan yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujar Rahmat Lasmono saat rapat koordinasi dan evaluasi penanganan tanggap darurat bencana di aula utama Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung Senin (5/1/2026).
Ia merinci, bencana tersebut mengakibatkan 1.729 unit rumah mengalami rusak berat, hanyut, atau berada dalam kondisi terancam. Selain itu, 27 unit tempat ibadah dan 121 fasilitas pendidikan dilaporkan terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada 40 jembatan, serta lahan pertanian, jaringan jalan, perkantoran, peternakan, dan fasilitas pendukung lainnya.
Baca Juga:
Diterjang Galodo Hingga 4–5 Kali Sehari, Jalan Maninjau–Lubuk Basung Kembali Putus
“Seluruh data kerusakan tersebut saat ini masih dalam tahap verifikasi dan validasi lapangan oleh tim teknis terkait,” katanya.
Rahmat menambahkan, bencana alam yang terjadi di Kabupaten Agam menimbulkan dampak besar, baik dari sisi kemanusiaan maupun kerusakan infrastruktur.
Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir, serta angin puting beliung yang melanda Agam pada akhir November 2025 menyebabkan 165 orang meninggal dunia, masing-masing tersebar di Kecamatan Malalak (16 orang), Matur (1 orang), Tanjung Raya (10 orang), Palupuh (1 orang), Palembayan (136 orang), dan Ampek Nagari (1 orang).