"Bencana di Sumbar ini bisa disebut geo-hidrometeorologi," kata dia.
Sebagai daerah rawan bencana alam, Provinsi Sumbar termasuk wilayah yang mempunyai stasiun terlengkap atau sesuai dengan kondisinya. Pertama, Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang yang bertugas memberikan informasi tentang gempa dan tsunami.
Baca Juga:
Prabowo Tinjau Kondisi Pengungsi dan Pembangunan Huntara di Agam
Kedua, Stasiun Klimatologi Kelas II Sumbar yang bertugas menyampaikan prakiraan hujan secara berkala, prakiraan musim, dan informasi lainnya. Berikutnya, Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau yang difungsikan memberikan informasi bagi penerbangan.
Keempat, Sumbar juga memiliki Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur yang bertugas menyampaikan informasi seputar cuaca maritim seperti gelombang tinggi, pasang surut, hingga banjir rob.
Terakhir ialah Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) yang berada di Bukit Kototabang Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Perlu diketahui, hanya ada 30 stasiun GAW di dunia dan salah satunya berada di Sumbar.
Baca Juga:
Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana
"Hanya ada 30 di dunia dan salah satunya ada di Sumbar," ujarnya.[zbr]