Maka secara keseluruhan, dia bilang, PLN telah mampu mengurangi miliaran ton emisi karbondioksida.
"Jadi hitungannya sudah miliar ton kalau bicara PLTU skala 13,3 GW dibatalkan di RUPTL," katanya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi PLN Indonesia Power Atas Target Berkelanjutan EBT Hijau dan Hydro yang Bisa Bersaing di Kancah Internasional
Menurut Kamia, bauran pembangkit EBT PLN sudah mencapai 13 persen saat ini. Komposisi energi bersih itu banyak dipasok oleh pembangkit berbasis hidro dan panas bumi atau geothermal.
"Itu energi terbarukan yang bisa memenuhi kebutuhan dasar dan kontinyu. Kalau lihat geothermal itu dalam setahun kapasitas produksi listriknya 80-90 persen, sama atau bahkan lebih baik dari PLTU," pungkas dia.[zbr]