"Ini menjadikannya sungai paling terkontaminasi mikroplastik di kawasan barat Sumatera," katanya.
Di urutan pertama yang ditempati Jawa Timur, tim ekspedisi menemukan 636 partikel mikroplastik per 100 liter air yang diuji.
Baca Juga:
Ribuan Pengunjung Padati Pesta Mejuah-Juah Berastagidan Saksikan Festival Bunga Buah
Sementara Provinsi Sumut yang berada di urutan kedua, terdapat 520 partikel mikroplastik per 100 liter air sungai yang diteliti tim ekspedisi.
Prigi Arisandi menilai, tercemarnya sungai-sungai disebabkan karena lemahnya pemerintah dalam melakukan tata kelola sampah.
"Kemampuan pemerintah untuk melayani sampah hanya 40 persen dari total sampah yang dihasilkan," katanya, Kamis (29/12/2022).
Baca Juga:
PLN Siap Serap Listrik PSEL Legok Nangka, Proyek Waste to Energy Berkapasitas 40,79 MW Mulai Dibangun
Prigi kurang sepakat ketika pemerintah menyalahkan perilaku masyarakat yang buang sampah sembarangan, termasuk ke sungai.
"Orang buang sampah sembarangan itu karena pemerintah tidak mampu menyediakan infrastruktur tempat sampah yang memadai dan minimnya pengelolaan," katanya.(jef)