Ia menyampaikan saat ini daerah itu memiliki 527 unit kapal nelayan dengan berbagai jenis dan mesin. Setidaknya daerah itu memiliki 20 unit kapal kategori besar diantaranya 12 unit kapal dengan ukuran 10-20 gross tonnage (gt), enam unit kapal 20-30 gt, dan dua unit 30-50 gt.
Pihaknya berharap peningkatan mesin kapal tidak saja dapat mendongkrak produksi ikan tangkap di Pariaman namun juga nelayan di daerah itu.
Baca Juga:
Kejari HSS Selamatkan Uang Negara Rp210 Juta untuk Pinjaman Peternakan
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat mencatat produksi ikan tangkap daerah itu pada 2023 mencapai 6 ribu ton yang angka tersebut mengalami penurunan sekitar 200-an ton dari tahun sebelumnya akibat cuaca buruk yang melanda daerah itu.
"Pada 2023 banyak nelayan di Pariaman tidak bisa melaut akibat cuaca buruk yang terjadi selama sekitar tiga bulan sehingga hal tersebut berpengaruh pada produksi ikan," kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Zainal di Pariaman.
Ia mengatakan meskipun terjadi penurunan tangkapan namun daerah itu masih bisa memasok ikan untuk daerah tetangga hal tersebut dilihat di tempat pelelangan banyak pedagang ikan dari daerah luar datang untuk membeli komoditas tersebut.
Baca Juga:
Kemenparekraf Harap Pesona Hoyak Tabuik Kontribusi Capai Target 1,5 Miliar Wisatawan
Selain itu, lanjutnya nelayan di Pariaman juga ada yang menjalin kerjasama dengan pihak lainnya untuk memasarkan ikan tangkapannya sampai ke Bukittinggi dan Kota Pekanbaru, Riau namun volumenya masih sedikit.
[Redaktur: Amanda Zubehor]