Selain itu, kata dia capaian tersebut turut didukung oleh tata kelola keuangan daerah yang konsisten dan akuntabel yang ditandai dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 13 kali.
"Capaian WTP 13 kali yang diterima Kota Pariaman bukan kebetulan. Ini hasil konsistensi, disiplin, dan komitmen dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel," katanya.
Baca Juga:
Pemkab Sigi Catat Pendapatan Daerah Turun Menjadi Rp1,26 Triliun APBD 2025
Ia menambahkan realisasi APBD 2025 tetap diarahkan pada program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mendukung pelaksanaan program unggulan pemerintah daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor.
Menurut dia, capaian pembangunan daerah merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat.
Meski demikian, Yota mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi ke depan sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
DPRK Raja Ampat Desak Pemkab Segera Realisasikan APBD TA 2025 yang Belum Terserap Baik
[Redaktur: Amanda Zubehor]