SUMBAR.WAHANANEWS.CO, Bukittinggi – Anggota DPRD Sumatera Barat dari daerah pemilihan Bukittinggi–Agam, Nofrizon, menyampaikan kritik terbuka terhadap dinamika pemerintahan Kota Bukittinggi saat ini. Ia mengaku kecewa melihat minimnya kritik publik terhadap kinerja pimpinan daerah.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menilai suasana pemerintahan saat ini berbeda dibanding periode sebelumnya, yang menurutnya lebih sering mendapat sorotan dan kritik dari berbagai elemen masyarakat.
Baca Juga:
Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, 45 RT dan 22 Ruas Jalan Terendam
Nofrizon menyoroti melemahnya fungsi kontrol sosial, khususnya dari lembaga swadaya masyarakat dan media. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi melemahkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
“Salah satu tugas pokok dan fungsi kami adalah pengawasan. Saya mengikuti perkembangan Bukittinggi dari waktu ke waktu. Dulu kepala daerah sangat massif dikritisi, tapi sekarang kenapa justru seperti tidak ada suara sama sekali,” ujar Nofrizon, dikutip dari Bukittinggi Press Club, Minggu (4/1/2025).
Menurutnya, kritik yang konstruktif sangat dibutuhkan sebagai bagian dari proses pembangunan yang sehat. Ia mengingatkan bahwa diamnya publik bukanlah indikator keberhasilan pemerintahan, melainkan bisa menjadi tanda menurunnya partisipasi demokratis.
Baca Juga:
BMKG: Modifikasi Cuaca Langkah Pengendalian Risiko Bencana Hidrometeorologi
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat, LSM, dan media dalam memberikan masukan serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah. Fungsi tersebut, kata dia, merupakan bagian dari mekanisme demokrasi agar kebijakan publik tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Masukan dan kritik itu penting sebagai kontrol sosial pembangunan daerah. Tanpa itu, arah kebijakan bisa kehilangan keseimbangan,” tegasnya.
Nofrizon berharap ke depan iklim keterbukaan dan kritik di Bukittinggi dapat kembali tumbuh, sehingga pemerintahan berjalan lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
[Redaktur: Ramadhan HS]