SUMBAR.WAHANANEWS.CO, Kota Bengkulu – Dialektika adalah salah satu metode berpikir yang paling berpengaruh dalam sejarah filsafat dan ilmu pengetahuan, dan menjadi salah satu pilar utama perkembangan ide manusia. Sejak zaman kuno hingga modern, metode ini dipakai untuk menguji kebenaran, menemukan sintesis, dan memahami perubahan sosial, politik, dan budaya (sumber: Oxford). Dialektika bukan sekadar perdebatan retoris; ia adalah alat analisis mendalam yang menguji asumsi, menemukan kontradiksi, dan melahirkan pengetahuan baru.
Artikel ini menyajikan semua detail historis, tokoh penting, penerapan lintas disiplin, hingga literatur klasik dan modern tentang dialektika, termasuk rujukan dari Stanford Encyclopedia of Philosophy, Oxford Research, Study.com, Dialektika.id, serta tokoh-tokoh Timur dan Barat yang pernah menyumbangkan pemikiran dialektika.
Baca Juga:
Tradisi Filsafat Timur dan Barat
Pengertian Umum Dialektika
Secara umum, dialektika adalah metode percakapan dan penalaran yang melibatkan dua pandangan berlawanan untuk menemukan kebenaran atau pemahaman baru (Stanford). Study.com menyebutnya sebagai logical argumentation involving two opposing views progressing toward resolution.
Selain itu, dialektika juga dapat dimaknai sebagai proses perkembangan ide di mana kontradiksi menjadi bahan bakar lahirnya sintesis, sehingga pemikiran manusia berkembang (Dialektika.id). Dalam tradisi filsafat, dialektika tidak sekadar perdebatan atau retorika, tetapi merupakan alat untuk menguji asumsi, mengungkap kesalahan, serta memperkaya pemahaman terhadap realitas, teks, sejarah, dan masyarakat (Oxford).
Baca Juga:
Dialektika: Dari Socrates hingga Hegel
Jejak Sejarah Dialektika
Socrates-Pelopor Tanya Jawab
Socrates (469-399 SM) dianggap pelopor dialektika dalam tradisi Barat. Ia menggunakan metode elenchus (tanya jawab) untuk menguji keyakinan lawan bicara, membongkar kontradiksi, dan menuntun mereka pada kebenaran universal.
Plato-Dialektika dalam Dialog
Plato (427-347 SM), murid Socrates, mengembangkan dialektika lebih jauh dalam dialog-dialognya. Baginya, dialektika adalah jalan menuju "Dunia Ide"- sebuah kebenaran metafisis yang melampaui dunia inderawi.