Proyek di Tanjung Alam ini merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 200 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Dipilihnya Nagari Tanjung Alam juga didukung oleh letak geografisnya yang strategis di jalur penghubung antarwilayah, yakni berjarak 30 kilometer dari Batusangkar, 35 kilometer dari Payakumbuh, 40 kilometer dari Bukittinggi, dan 120 kilometer dari Kota Padang.
Baca Juga:
Jalan Tol Trans-Sumatra Belum Bisa Tersambung Penuh, Menteri PU Ungkap Penyebabnya
Fase konstruksi fisik megaproyek pendidikan ini diyakini akan memberikan dampak pengganda ekonomi yang luas bagi warga lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja, operator alat berat, penyedia material, hingga pelaku usaha logistik.
Saat beroperasi penuh nanti, aktivitas konsumsi dari 3.000 siswa berasrama diproyeksikan memicu perputaran uang senilai Rp200 juta hingga Rp270 juta per hari, atau mencapai Rp6 miliar hingga Rp8 miliar per bulan bagi ekosistem ekonomi kemasyarakatan sekitar.
[Redaktur: Amanda Zubehor]